photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Jauhilah Teroris dan Pemikirannya, Wahai Saudaraku Semuslim Bagian 1

3 May 2011

Mengingat masih penting dan relevan nya hal ini, tulisan Al-Ustadz Qomar ZA, Lc akan saya tulis ulang disini dengan membaginya ke dalam 8 bagian dengan beberapa pengeditan tanpa mengubah makna, dan diberi judul “Jauhilah teroris dan pemikirannya wahai saudaraku semuslim.” Tulisan diperoleh dari sebuah website. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, membuka hati dan pikiran, menghapus keraguan, dan menjadi pengingat bagi kita semua. Amin

Seperti kita ketahui bersama, belakangan ini, negeri kita diguncang sejumlah aksi teroris. Peristiwa-peristiwa itu menyisakan banyak efek negatif yang menyedihkan bagi kaum muslimin. Betapa tidak. Kaum muslimin yang merupakan umat yang cinta damai kemudian tercitrakan menjadi kaum yang suka melakukan kekerasan. Bahkan banyak di antara korban bom adalah kaum muslim itu sendiri.

Kondisi ini diperparah dengankeberadaan pihak-pihak yang membenarkan aksi heroik para teroris ini. Banyak juga umat Islam kebanyakan yang tertarik dan bersimpati terhadap tindak tanduk para pembuat onar ini, baik terang-terangan maupun diam-diam.

Di sisi lainmelalui berbagai pemberitaan di media-mediamuncul opini dan anggapan bahwa semua orang yang berpenampilan mengikuti sunnah sebagai orang yang sekomplotan dengan para teroris tersebut. Padahal, bisa jadi hati kecil orang yang berpenampilan mengikuti sunnah tersebut mengutuk perbuatan para teroris yang biadab itu dengan dasar dalil-dalil yang telah sahih dalam syariat.

Oleh karena itu, kami terpanggil untuk sedikit memberikan penjelasan seputar masalah ini, mengingat betapa jeleknya akibat dari aksi-aksi teror tersebut, dan juga menyimpang dari agama Islam yang lurus. Di mana aksi-aksi tersebut telah memakan banyak korban, baik jiwa maupun harta benda, sesuatu yang tak tersamarkan bagi kita semua.

Nah, darimanakah teror fisik ini muncul, sehingga berakibat sesuatu yang begitu kejam dan selalu mengancam? Tak lain teror fisik ini hanyalah buah dari sebuah teror pemikiran yang senantiasa bercokol pada otak para aktor teror tersebut, yang akan terus membuahkan kegiatan selama teror pemikiran tersebut belum hilang.

Apa yang dimaksud dengan teror pemikiran? Tidak lain, keyakinan bahwa sebagian kaum muslimin telah murtad dan menjadi kafir, khususnya para penguasa. Bahkan di antara penganut keyakinan ini ada yang memperluas jangkauan pengkafiran itu tidak semata pada para penguasa, baik pengkafiran itu dengan alasan tidak berhukum dengan hukum Allah atau dengan alasan telah berloyal kepada orang kafir, atau dalih yang lain. Demikian mengerikan pemikiran dan keyakinan ini sehingga pantaslah disebut sebagai teror pemikiran. Keyakinan semacam ini di masa lalu dijunjung tinggi oleh kelompok sempalan yang disebut dengan Khawarij.

Dengan demikian, teror pemikiran inilah yang banyak memakan korban. Dan ketahuilah, korban pertama sebelum orang lain adalah justru para pelaku bom bunuh diri tersebut. Mereka terjerat paham yang jahat dan berbahaya ini, sehingga mereka menjadi orang berani mati yang siap menerima perintah dari komandannya dalam rangka memerangi musuh (versi mereka). Lebih parah lagi, mereka menganggapnya sebagai jihad yang menjanjikan sambutan bidadari sejak saat kematiannya. Keyakinan semacam inilah yang memompa mereka untuk siap menanggung segala risiko dengan penuh sukacita. Sehingga berangkatlah mereka, dan terjadilah apa yang terjadi

Benarkah mereka disambut bidadari setelah meledaknya tubuh mereka hancur berkeping-keping dengan operasi bom bunuh diri tersebut? Jauh panggang dari api! Bagaimana dikatakan syahid, sementara ia melakukan suatu dosa besar yaitu bunuh diri! Kita tidak mendahului keputusan Allah Subhanahu wa Taala. Kita hanya menghukuminya secara zhahir (lahir) berdasarkan kaidah hukum, tidak boleh bagi kita memastikan bahwa seseorang itu syahid dengan segala konsekuensinya. Bahkan berbagai hadits Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam yang mencela Khawarij dan mengecam bunuh diri lebih tepat diterapkan kepada mereka. Oleh karena itulah, saya katakan: Mereka adalah korban pertama kejahatan paham Khawarij sebelum orang lain.

Tolong hal ini direnungi dan dipahami. Terutama bagi mereka yang ternodai oleh paham ini. Selamatkan diri kalian. Kasihanilah diri kalian, keluarga kalian, dan umat ini. Kalian telah salah jalan. Bukan itu jalan jihad yang sebenarnya. Segeralah kembali sebelum ajal menjemput. Sebelum kalian menjadi korban berikutnya. Teman-teman seperjuangan dan juga ustadz kalian tidak akan dapat menolong kalian dari hukum Allah Subhanahu wa Taala. Masing-masing akan mempertanggungjawabkan amalnya sendiri:

??????????? ??????? ?????? ???????????? ??????? (95) [????/95]

Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (Maryam: 95)

Sekadar itikad baik tidaklah cukup. Itikad baik haruslah berjalan seiring dengan cara yang baik.

Baca bagian selanjutnya atau sebelumnya dari tulisan ini dengan mengklik link di bawah ini.

Jauhi Teroris dan Pemikirannya Bagian 2

Bagian 3

Bagian 4

Bagian 5

Bagian 6

Bagian 7

Jauhi Teroris dan Pemikirannya Bagian 8 (Penutup)


TAGS Khawarij terorisme nasehat muslim pandangan Islam


-

Search

Tulisan Baru