photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Tradisi Bermaaf-maafan Sebelum Puasa Ramadhan Ada Tuntunan Agamanya ?

31 Jul 2011

Ketika memasuki bulan ramadhan ada sejenis tradisi unik di masyarakatyaitu bermaaf-maafan. Dan tahukan anda bahwa tradisi ini sebenarnya takada tuntunannya dalam agama ?

Meminta maaf atau bermaaf-maafan sendiri adalah hal yang baik dan disuruh agama, tapi setahu saya itu terjadi jika kita melakukan kesalahan pada orang lain. Atau mungkin orang-orang melakukan kegiatan maaf-maafan karena menyadari manusia itu tak terlepas dari kesalahan, termasuk kesalahan yang tak disadari atau tak sengaja dilakukanpada orang lain.Padahalkesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari itutidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Taala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam,

?? ???? ????? ?? ?? ???? ????? ???????? ??? ???????? ????

Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ada keharusan meminta maaf sebelum menjalankan ibadah puasa berdasarkan dalil agamanya? Bukannya masalah meminta maaf tersebut tak harus dilakukansebelum masuknyabulan ramadhan atau hari raya, tapi harusnya bisa dilakukan kapan saja ?

Ada beberapa pihak yang mengkaitkan tradisi maaf-maafan sebelum puasa ini dengan hadis yang sering disampaikan penceramah dalam bulan ramadhan, yang terjemahannya sebagai berikut :

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jumat (dalam bulan Syaban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jumat, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan doa ku ini, jawab Rasullullah.

Doa Malaikat Jibril itu adalah:
Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Ternyata hadis tersebut sama sekali tak ada dalam kitab-kitab hadis, sebagaimana para penceramah yang menyebutkannya tak pernah menyebutkan periwayat hadisnya. Jadi, boleh disimpulkan hadisdi atasadalah hadis palsu.

Memang ada hadis menyangkut ucapan amin yang diucapkan rasulullah sampai tiga kali setelah mendengar ucapan malaikat jibril, sekilas mirip dengan hadis di atas, namun isinya sangat-sangat berbeda, yaitu sebuah hadis yang ditemukan pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192), juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) sebagai berikut :

?? ??? ????? ?? ???? ???? ??? ???? ???? ? ??? ??? ?????? ???? : ???? ???? ???? ???? ?? : ?????? ???? ?? ??? ???? ??? ? ! ???? : ??? ?? ????? : ???? ???? ??? ??? ?? ??? ??? ????? ??? ???? ?? ???? : ???? ?? ??? : ??? ??? ??? ?? ??? ???? ? ????? ?? ?????? ?? ????? ????? ???? : ???? ?? ??? : ??? ??? ??? ?? ??? ???? ???? ??? ??? ???? ???? : ???? ??? ??????? : ?????? ???

Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: Amin, Amin, Amin. Para sahabat bertanya : Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah? Kemudian beliau bersabda, Baru saja Jibril berkata kepadaku: Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan, maka kukatakan, Amin, kemudian Jibril berkata lagi, Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua), maka aku berkata: Amin. Kemudian Jibril berkata lagi. Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu, maka kukatakan, Amin.

Al Azhami berkata: Sanad hadits ini jayyid. Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).

Hadis palsutentang wajibnya meminta maaf sebelum puasa ramadhan bisa jadi dibuat oleh orang yang mendengar hadis kedua, yang merupakan hadis shahih, lalu mengubahnya baik dengan sengaja maupun tak sengaja karena kurangnya ingatannya. Lalu kemudian hadis ini pun terlanjur tersebar di masyarakat, termasuk disampaikan dai-dai atau penceramah yang tak sampai ilmunya dan tak menguasai ilmu hadis.

Oleh karena itu tak perlu menghiraukan hadis pertama tentang meminta maaf atau bermaaf-maafan sebelum puasa Ramdhan itu.

Meminta maaf itu sendiri disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda,

?? ???? ?? ????? ????? ?? ???? ?? ??? ???????? ??? ????? ??? ?? ?? ???? ????? ??? ???? ?? ??? ?? ??? ???? ??? ??? ???? ?????? ??? ?? ??? ?? ????? ??? ?? ????? ????? ???? ????

Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi (HR. Bukhari no.2449).

Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam, dan tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya padahal merekalah sebaik-baik umat Islam, dan yang paling khawatir akan dosa. Akibatnya, melakukan permintaan maaf yang tak ada sebabnya adalah suatu tindakan yang berlebih-lebihan, dan malah tergelincir dari jalan yang lurus atau sunnah rasulullah, diakibatkan mengkhususkan waktu-waktu tertentu untuk meminta maaf yang dilakukan rutin tiap tahun padahal tak ada petunjuknya dari Allah dan rasulNya.

Kata ????? (hari ini) pada hadis yang diriwayatkan Bukhari di atas menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.

Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.

Wallahualam.

Sumber : http://muslim.or.id/ramadhan/bermaafan-sebelum-ramadhan.html

Baca juga tulisan : Hadis Lemah Atau Palsu Tentang Puasa Ramadhan


TAGS puasa Ramadhan


-

Search

Tulisan Baru