photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Judi Di Indonesia Sebaiknya Dilarang Atau Diperbolehkan ?

10 Oct 2011

Meluangkan waktu mengintip-intip isi koran The Straits Times untuk hari ini tadi siang, menempatkan mataku pada sebuah artikel berita tentang dilema judi dan pelarangannya di Indonesia, yang bisa membuat beberapa orang di antara kita kembali berpikir apakah judi di Indonesia sebaiknya dilarang atau diperbolehkan.

Disebutkan bahwa tim dari Mabes Polri turun langsung ke Batam untuk menutup atau menindak segala bentuk judi yang mereka temukan, termasuk menyegel gelanggang permainan ketangkasan. Padahal sebelumnya Pemda Batam sempat melegalkan nya dengan dalih bahwa hal itu hanya berupa permainanan dengan tetap tak mengizinkan praktik judi di dalamnya. Dengan aksi langsung polisi pusat ini maka sepertinya berakhirlah sebuah kontroversi dan perdebatan dalam beberapa waktu belakangan ini di Batam, merujuk pada sinyalemen-sinyalemen penentangan yang sudah ada dari beberapa elemen masyarakat. Akan tetapi kontroversi perdebatan apakah sebaiknya judi dilarang atau diperbolehkan di Indonesia sepertinya tidak akan hilang begitu saja karena menyangkut faktor-faktor ekonomi yang akan dibahas di bawah ini.

Dalam kupasannya, artikel berita tersebut mengungkapkan dilema bagi daerah-daerah tertentu di Indonesia, seperti halnya Batam, Bintan, dan sekitarnya untuk menarik kedatangan wisatawan asing ke daerah mereka, sebagai sumber pendapatan dan ekonomi yang sangat penting. Dilema antara keuntungan yang nyata-nyata didapat dari bisnis perjudian sebagaimana yang diraup oleh negara tetangga (Singapura dan Malaysia) dan benturannya dengan syariat Islam (yang dianut oleh mayoritas rakyat Indonesia) yang melarang perjudian.

Khusus untuk daerah seperti Batam, yang memang bertetangga dengan negara Singapura dan Malaysia, sebagaimana fakta yang terjadi di lapangan dan juga sebagaimana diakui oleh banyak warganya yang mata pencariannya terkait langsung atau tidak langsung dengan kedatangan turis asing, memang terjadi penurunan secara luar biasa jumlah warga Singapura atau Malaysia yang datang ke Batam semenjak dilarangnya judi secara resmi di Indonesia. Boleh dikatakan Batam yang dahulunya “sangat hidup” menjadi “mati” semenjak saat itu.

Apa yang diungkapkan artikel berita di koran The Strait Times tersebut selanjutnya tak jauh banyak berbeda dengan apa yang penulis pahami, dimana memang faktanya uang dalam jumlah besar mengalir keluar Indonesia karena orang-orang pemegang modal di Indonesia yang ingin berjudi lebih memilih pergi ke negara-negara tetangga. Dan pastinya secara hitungan ekonomi adalah sebuah kerugian. Akibatnya tak heran beberapa kalangan di Indonesia sudah menyarankan untuk merevisi UU yang berlaku tentang judi di Indonesia saat ini, antara lain kalangan akademisi, praktisi dunia hiburan wisat, dsb. Mereka ini telah menyodorkan rancangan alternatif, dimana perjudian bisa dilegalkan tapi hanya dieksklusifkan bagi kelompok atau kalangan tertentu sehingga mayoritas umat Islam tak harus terkorbankan. Atau tempat judi juga bisa di bangun di sebuah pulau khusus sehingga otomatis tak semua orang memiliki akses untuk mendatanginya.

Penulis sendiri jadi bertanya-tanya di hati merujuk pada fakta di lapangan yang ada, apakah sebaiknya dilegalkan saja judi di Indonesia, tapi haruslah dengan syarat-syarat tertentu yang ketat sehingga tak memungkinkan orang muslim kebanyakan ikut terlibat. Saran-saran alternatif yang diajukan berbagai pihak yang kontra sebagaimana tercantum di atas bisa dijadikan masukan bagus. Daripada dibuat aturan pelarangannya, tapi secara sembunyi-sembunyi dan kucing-kucingan di belakang tetap hidup dengan backing-an “orang-orang kuat” negeri ini. Lagi pula, selama yang muslim tetap dilarang dan tidak mendapat akses untuk melakukan judi, apa salahnya judi diperbolehkan di Indonesia. Kira-kira bagaimana menurut pembaca ?

Apalagi mengingat Indonesia kenyataannya juga bukan negara Islam dan ada etnis-etnis dan kelompok-kelompok tertentu yang bukan muslim yang menganggap judi adalah bagian dari kesenangan dan kebudayaan mereka. Jika demikian tentu tidak adil juga bagi kelompok-kelompok ini. Dan tentunya walau dilarang mereka pasti akan tetap mengupayakan untuk tetap bisa melakukannya walaupun secara diam-diam. Atau tak usah susah-susah, tak jauh dari Indonesia hanya dalam hitungan menit atau jam (tergantung wilayahnya di Indonesia) mereka pasti bisa datang ke Singapura atau Malaysia untuk berjudi. Tentunya sambil membawa keluar uang dari negara Indonesia, sehingga turut pula memakmurkan negara lainnya.

Malaysia barangkali bisa dijadikan contoh dalam hal ini. Malaysia juga merupakan negara yang mayoritas penduduknya muslim. Malahan praktek-praktek keislaman di Malaysia lebih kuat secara umum dibandingkan Indonesia saat ini. Tetapi mereka malah punya lokalisasi judi yang berskala dunia, yakni di Genting Highland di ujung utara negara mereka, dimana hanya orang yang memiliki syarat-syarat tertentulah yang bisa berjudi disana.

Pastinya debat dan kontroversi tentang dilarang atau dibolehkannya judi di Indonesia tak akan segera mencapai titik temu. Yang jelas, sebagaimana dilansir koran ini, mengutip pendapat pengamat di Indonesia, dalam waktu dekat peraturan atau UU judi ini tak akan berubah. Hal ini dikarenakan tak akan ada partai politik yang berani mengusung isu ini untuk dibawa ke ranah publik menjelang pemilihan umum (pemilu) karena resiko penentangaan publik yang nyata sehingga pastinya hanya akan mempengaruhi perolehan suara mereka di pemilu nanti secara negatif.

Jadi bagaimana menurut pembaca, apakah judi di Indonesia sebaiknya dilarang atau diperbolehkan ?


TAGS Batam opini pendapat berita kontroversi hukum UU


-

Search

Tulisan Baru