photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Beberapa Mitos Seks Terkait Penyakit Infeksi Menular Seksual

7 Nov 2011

Bagi anda yang termasuk aktif secara seksual atau tergolong dalam usia yang mulai aktif untuk itu seperti remaja yang sedang memasuki usia pubertas, perlu kiranya mengetahui beberapa mitos seks di bawah ini, dalam kaitan usaha mencegah atau menghindarkan diri dari terkena / tertular penyakit infeksi menular seksual.

  • “Saya tak akan terkena dan tak berisiko terkena penyakit infeksi menular seksual karena hanya pernah berhubungan seks sekali.”

    • Faktanya : Adakalanya hanya butuh sekali melakukan seks seseorang bisa tertular penyakit infeksi menular seksual, yakni jika ia melakukannya dengan orang yang sudah terinfeksi penyakit.
  • “Saya hanya berhubungan dengan pacar dan setia dengannya sehingga tak akan terkena penyakit.”

    • Faktanya : Pacar anda bisa jadi tak setia, dan bisa jadi sudah terinfeksi penyakit seksual yang tak diketahuinya kecuali jika dilakukan tes medis.
  • “Saya selalu menggunakan kondom dalam berhubungan sehingga tak mungkin terkena penyakit infeksi menular seksual.”

    • Faktanya : Tak semua penyakit infeksi menular seksual bisa dicegah penularannya dengan menggunakan kondom seperti tidak efektifnya kondom dalam mencegah penyakit herpes dan genital warts. Penyakit infeksi lainnya memang bisa dicegah penularannya dengan kondom termasuk penyakit HIV/AIDS akan tetapi tak terjamin 100% karena menyangkut cara pemakaian yang benar, kesalahan produksi, sudah melebihi tanggal kadaluarsa, dan kerusakan sebelum dipakai / dalam menyimpan,dsb.
  • “Saya pasti akan baik-baik saja karena hanya berhubungan intim dengan orang-orang yang terlihat sehat dan normal.”

    • Faktanya : Orang yang terkena infeksi menular seksual masih bisa tampil normal, bahkan termasuk penderita HIV yang tampil sehat seperti orang-orang lainnya selama bertahun-tahun. Jadi hanya dengan melihat tampilan luar dan fisik tak menjamin seseorang bebas dari penyakit.
  • “Saya dan pacar hanya melakukan sentuhan-sentuhan dan berciuman, tak lebih dari itu sehingga aman dari penyakit”

    • Faktanya : Ada penyakit infeksi menular seksual yang bisa ditularkan hanya lewat kontak kulit dari bagian tubuh yang terinfeksi atau luka (bisa jadi luka kecil) pada penderita seperti penyakit herpes dan genital warts.
  • “Kami paling ekstrim hanya melakukan oral sex, sehingga tak akan terkena penyakit infeksi menular seksual.”

    • Faktanya : Luka kecil atau lecet pada bagian kelamin dan mulut adakalanya cukup bagi bakteri atau virus penyebab penyakit infeksi menular seksual untuk berpindah dari penderita kepada orang lain.
  • “Membersihkan bagian kelamin dengan air dan sabun setelah berhubungan seks bisa mencegah terinfeksi penyakit”

    • Faktanya : Ini hanya mitos, karena membersihkan dengan air atau sabun tak efektif mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual yang sudah masuk ke tubuh ketika hubungan seksual terjadi.
  • “Meminum obat antibiotik sebelum berhubungan akan mencegah tertularnya penyakit kelamin.

    • Faktanya : Lagi-lagi ini hanya mitos karena tak ada bukti yang menunjukkan hal tersebut. Dan perlu diingat, antibiotik sifatnya mengobati penyakit yang bersumber dari bakteri saja padahal beberapa penyakit infeksi menular seksual diakibatkan oleh virus seperti Herpes, HIV, dsb yang tak bisa disembuhkan dengan meminum antibiotik.

Penjelasan mitos seks di atas (6 poin pertama mengambil referensi dari buletin “The Bare Facts On Sex published by Singapore Health Promotion Board), seharusnya bisa membuat kita berpikir lebih dari seribu kali sekaligus mencegah kita dari melakukan hubungan seksual di luar nikah yang sangat berisiko terkena penyakit infeksi menular seksual (baca juga artikel beberapa mitos dan kesalah-pahaman tentang HIV/Aids).


TAGS pergaulan remaja info kesehatan mencegah terkena penyakit seksual infeksi seksual mitos sex sex mengakibatkan penyakit


-

Search

Tulisan Baru