photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Hamza Kashgari, Penulis Arab-Saudi Yang Dinilai Menodai Agama Lewat Twitter

13 Feb 2012

Saya membaca berita melalui media berita online tanah air tentang sosok Hamza Kashgari, seorang penulis muda Arab Saudi berumur 23 tahun, yang ditangkap dan dideportasi pulang ke negara asalnya oleh pemerintah Malaysia setelah berusaha keluar Arab Saudi untuk menjaga keselamatan dirinya setelah ia didakwa menghina/menodai agama Islam serta merendahkan Nabi Muhammad melalui tiga postingannya di twitter bertepatan dengan hari jatuhnya peringatan Maulid Nabi Muhammad pada tanggal 4 Februari 2012 yang lalu.

Di negara asalnya, Arab Saudi, diberitakan bahwa ia didakwa oleh pemerintah disana berdasarkan laporan berbagai pihak tentang tulisannya di twitter. Ia akan diadili dengan ancaman hukuman mati.

Berdasarkan berita tersebut, saya pun mencoba mencari tahu postingan asli twitter dari Hamza Kashgari yang menjadi sumber masalah tersebut sampai diperoleh sebagaimana yang bisa dilihat pada gambar di bawah ini postingan twitter aslinya dalam bahasa Arab.

tulisan-twitter-hamza-kashgari

Terjemahan bahasa Inggris yang didapat secara dari wikipedia, disertai terjemahan bahasa Indonesia nya adalah sebagaimana di bawah ini (entah tepat atau tidak terjemahan dalam bahasa Inggrisnya, saya tidak tahu). Pada intinya, Hamza Kashgari menulis seolah-olah ia sedang berbicara langsung dengan Nabi Muhammad dan menempatkan dirinya sederajat dengan beliau.

  • On your birthday, I will say that I have loved the rebel in you, that you’ve always been a source of inspiration to me, and that I do not like the halos of divinity around you. I shall not pray for you.

Pada hari ulang tahunmu, akan ku nyatakan bahwa aku mencintai jiwa pemberontak yang ada pada dirmu, bahwa kamu selalu menjadi sumber inspirasi bagiku, dan bahwa aku tak suka dengan lingkaran cahaya ilahi yang mengelilingimu. Aku tak akan berdoa buatmu

  • On your birthday, I find you wherever I turn. I will say that I have loved aspects of you, hated others, and could not understand many more.

Pada hari ulang tahunmu, Aku menemukanmu kemanapun aku berpaling. Akan kukatakan bahwa aku mencintai beberapa hal di dirimu, membenci (dirimu dalam sebagian hal) lain, dan tak bisa mengerti dalam banyak hal lain.

  • On your birthday, I shall not bow to you. I shall not kiss your hand. Rather, I shall shake it as equals do, and smile at you as you smile at me. I shall speak to you as a friend, no more.

Pada hari ulang tahunmu, Aku tak akan menundukkan badan (tunduk) di hadapanmu. Aku tak akan mencium tanganmu. Akan tetapi, akan ku jabat tanganmu sebagaimana orang-orang yang sederajat, dan tersenyum padamu sebagaimana kamu tersenyum padaku. Aku akan berbicara padamu sebagai seorang teman, tak lebih.

Dari postingan nya tersebut di twitter, memang posisi dirinya sebagai orang yang mengaku muslim patut dipertanyakan, atau paling tidak berada dalam titik yang bisa saja sudah dianggap keluar dari Islam itu sendiri di sisi Allah. Hal ini tak lain dan tak bukan menyangkut hal dasar keyakinan seorang muslim yakni percaya bahwa Muhammad adalah nabi, rasul atau utusan Allah. Bagi orang-orang yang beriman, maka mengakui kerasulan Nabi Muhammad kemudian akan diikuti dengan adab-adab yang telah diajarkan Allah bagi kita semua terhadap beliau, memuliakan beliau seperti dengan cara berbicara yang lembut dan santun di hadapan beliau, mematuhi semua perkataan beliau, dsb.

Tak heran, postingan tersebut menimbulkan kontroversi dari banyak umat Islam, tak terkecuali di negara asalnya sendiri. Sebuah gerakan yang mendukung hukuman mati bagi Hamza Kashgari pun muncul di facebook yang anggotanya ketika tulisan ini dibuat sudah lebih dari 21000 orang.

Ia memang sempat meminta maaf dan menghapus akun twitter nya. Akan tetapi tindakan yang ia lakukan terlalu berani untuk dilakukan di sebuah negara Islam yang nyata-nyata menghukum berat (bisa hukuman mati) bagi yang dianggap melecehkan agama. Maka ia pun tentunya harus siap menanggung resiko perbuatannya sendiri, apalagi ia tahu betul hukum negaranya sendiri.

Sebuah catatan perlu ditambahkan dengan komentar yang ia berikan terkait kontroversi ini yang dalam pernyataannya ia pada awalnya menduga tak akan mendapatkan reaksi sehebat ini, “Saya melihat aksiku sebagai bagian dari proses kearah kebebasan. Aku menuntut hakku untuk mempraktekkan hal yang paling mendasar dalam hak asasi manusia - kebebasan berekspresi dan berpikir - jadi tak ada hal yang sia-sia dilakukan. Saya percaya bahwa saya hanya dijadikan kambing hitam dalam konflik yang lebih luas. Ada banyak orang sepertiku di Arab Saudi yang berjuang untuk hak-hak mereka.”

Semoga saja ucapan permintaan maafnya lewat tulisan sebelumnya murni dari hati dan keyakinan disertai taubat sehingga ia selamat di akhirat, terlepas apakah ia akan terbebas dari hukuman pancung di dunia. Karena jika tidak, semoga ia tak dianggap bukan lagi termasuk dari golongan orang-orang yang beriman di sisi Yang Maha Kuasa dimana artinya rugi besarlah dirinya. Na’udzubillahi min dzalik.

Yang jelas Hamza Kashgari sudah kembali ditangkap oleh pemerintah Arab Saudi untuk kemudian diadili atas postingannya di twitter yang dianggap menodai agama dan merendahkan Nabi Muhammad SAW.


TAGS Arab Saudi opini pendapat postingan twitter Hamza Kashgari menghina Islam penulis Arab melecehkan Nabi Muhammad


-

Search

Tulisan Baru