photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Cowok / Lelaki Sejati Itu Tidak Boleh Menangis ?

31 Mar 2012

Ada sebuah anggapan yang cukup umum yang sering saya dapati, barangkali lebih dominan di lingkungan anak-anak, remaja, atau anak muda, bahwa menangis atau mengeluarkan air mata bagi seorang cowok itu adalah tidak wajar, tidak boleh, tabu, sedangkan pelakunya dianggap tidak jantan atau bukan sosok lelaki sejati.

Saya yakin sering di antara kita mendengar pernyataan seperti berikut ini : “Cowok kok menangis ?” atau “Seorang lelaki tidak boleh menangis !!”, dimana cowok yang menangis dan mengeluarkan air mata dianggap cengeng atau lemah.

Bahkan pernah saya membaca komentar sebuah forum - kebetulan forum berbahasa Inggris dan pastinya banyak diisi orang-orang bukan Indonesia dari berbagai negara - dimana ada sebagian orang menyebutkan bahwa sosok lelaki yang menangis bisa diberi label dengan “emo” , sebuah istilah yang sering dialamatkan bagi orang-orang yang cengeng atau depresi dalam kehidupannya yang sedang atau ia anggap bermasalah (walaupun ada juga arti emo yang lain yang lebih mengarah pada gaya hidup dan genre musik). Seorang cowok bagi mereka haruslah menghadapi masalahnya dengan luapan emosi kemarahan, kalau perlu menggunakan kepalan tinju.

Lalu apakah benar cowok yang menangis atau mengeluarkan air mata itu adalah cengeng, tidak jantan sehingga tak boleh bagi lelaki sejati ?

Bagi saya, adakalanya memang pantas seorang cowok disebut dengan gelar yang demikian jika memang ia menangis untuk hal-hal yang konyol dalam konteks seorang lelaki seperti misalnya menangis kalau dibentak, menangis ketika merasakan sakit yang wajar seperti ketika terjatuh, menangis ketika merasa dalam tekanan, menangis meminta dicintai oleh gadis idamannya, dan sebagainya.

Akan tetapi tak selamanya menangis itu tidak tepat atau tidak boleh bagi seorang cowok. Tak selamanya cowok yang mengeluarkan air mata itu pertanda ia cengeng atau lemah. Cowok itu boleh menangis. Malah adakalanya menangis itu sebenarnya lebih baik dilakukan, walaupun nyata-nyata ia adalah seorang cowok tulen.

Bagi saya tak ada salahnya seorang cowok meneteskan air mata ketika ia menyesali suatu kesalahan yang pernah ia perbuat baik pada dirinya sendiri maupun pada orang lain. Walaupun terkadang ada istilah air mata buaya, tapi jika tetesan air mata keluar murni dari lubuk hatinya yang terdalam maka sesungguhnya air mata itu adalah sebuah ekspresi ketulusan yang nyata.

Bagi saya tak ada salahnya seorang cowok tak sanggup membendung air matanya ketika ia tergugah dengan sebuah situasi yang memprihatinkan di depan mata karena bisa jadi hal itu pertanda ia punya kepedulian yang sangat tinggi, niat, dan kemauan yang tulus untuk mengubah sesuatu di depan matanya tersebut.

Bagi saya tak ada salahnya jika mata seorang cowok harus basah ketika terharu dengan sebuah nilai-nilai kebaikan dan ketulusan murni yang menyentuh jiwa yang terhampar di depan matanya, baik hanya sebagai penonton maupun kejadian tersebut terjadi langsung padanya.

Dan barangkali masih ada lagi contoh-contoh yang lain.

Ketahuilah orang-orang yang keluar air matanya dengan tulus pada contoh-contoh di atas adalah orang-orang yang memiliki kelebihan dibandingankan orang-orang lain yang mengalami hal yang sama tapi tak keluar air matanya sedikitpun. Orang-orang tersebut bisa jadi telah diberi rahmat berupa kelembutan hati dari Yang Maha Kuasa dibandingkan orang-orang lainnya. Dan berbahagialah orang-orang yang hatinya lembut, yang telah dijauhkan dari kekerasan hati yang bisa malah membahayakan. Terutama orang-orang yang hatinya lembut dalam menerima kebenaran, dan takut akan Tuhannya.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang hatinya lembut; dan sesungguhnya para Nabi dan Rasul beserta orang-orang sholeh adalah orang-orang yang mudah meneteskan air matanya, terutama ketika mengingat Tuhannya.

Dua mata yang tidak akan terjilat api neraka : mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga-jaga di tengah malam di jalan Allah. (HR. at-Tirmidzi).

Apabila dibacakan ayat-ayat Ar Rahman (Dzat yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis.” (Maryam: 58)

Aisyah ra menceritakan bahwa ia sering melihat Rasulullah menangis ketika mengerjakan sholat malam, beliau menangis sepanjang sholatnya. Mathrab bin Abdillah menceritakan bahwa ayahnya sering mendapati Rasulullah menangis dalam sholat, dari dada beliau terdengar suara bergemuruh bagai air yang mendidih didalam ketel.

Dikisahkan ketika Rasulullah duduk bersama para sahabat, dan sahabatnya yang bernama Abdullah Ibn Mas’ud membacakan surat An Nisa, maka ketika sampai pada ayat ke-41 beliau meminta sahabatnya tersebut menghentikan bacaannya sementara para sahabat melihat airmata Rasulullah berlinang.

Atau bagaimana sahabat Rasulullah, Abu Bakar as Siddiq yang diminta oleh Rasulullah untuk menggantikannya sebagai imam ketika beliau sakit menjelang akhir hayatnya - yang menunjukkan keutamaan Abu Bakar di atas sahabat-sahabat yang lain - dimana Aisyah istri beliau berkata pada Rasulullah, Wahai Rasulullah Abubakar itu orang yang lemah (peka perasaannya) jika membaca Quran ia tidak bisa menahan tangisnya . Dalam riwayat lain dikatakan, Abubakar itu jika menggantikanmu jadi imam tidak terdengar bacaannya oleh orang yang dibelakang karena tangisnya. Akan tetapi Rasulullah tetap bersikeras memilih Abu Bakar.

Atau bagaimana sahabat Rasulullah yang juga nanti sebagai khalifah pengganti Abu Bakar, Umar bin Khattab sebagaimana diceritakan Abdullah bin Syadad yang menangis dalam sholat ketika membaca surat Yusuf ayat 86. Dan juga banyak sebagian kisah-kisah keseharian lainnya beliau, dimana beliau sampai menangis yang bisa dibaca dengan mengklik DISINI. Dan juga banyak kisah-kisah sahabat terkemuka lainnya yang seringkali menangis ketika mendengar suatu bacaan ayat Al Qur’an.

Maka bagaimana bisa dikatakan seorang cowok atau lelaki itu tidak boleh menangis atau tidak boleh meneteskan air mata ? Padahal sesungguhnya tangisan itu adalah karunia Ilahi dan sangat alamiah adanya, naluri semua manusia termasuk para lelaki. Apalagi jika tangisan tersebut adalah karena menyesali dosa-dosa yang pernah dilakukan atau karena takut akan Yang Maha Kuasa. Malah saya khawatir jika sampai tertanam dalam jiwa seorang lelaki bahwa ia tidak boleh menangis, bisa jadi hatinya akan terbiasa untuk tidak sensitif, sehingga tak bisa lagi merasakan indahnya nikmat menangis di kemudian hari, terutama dalam hal mengingat Tuhannya.

Oleh karena itu menangislah, jika memang patut menangis, walaupun tak harus dilakukan di depan umum. Dan memang di antara cowok-cowok itu terkadang bisa juga menangis atau meneteskan air matanya di kala tak terlihat oleh orang lain. Dan yang terpenting, semoga kita semua diberi anugerah berupa kelembutan hati, di antaranya dengan menjaga diri dari dosa-dosa karena dosa-dosa yang dilakukan terus menerus tanpa taubat bisa membuat hati menjadi kelam, dan lama-lama menjadi keras dan membantu sehingga tak bisa lagi dijangkau hidayah.

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan” (Qur’an Al Baqarah : 74).

Ibnu al-Qayyim pernah berkata : Adapun kerasnya qalbu (hati), maka ia adalah kekeringan dalam hati yang mencegahnya bereaksi, kekasaran yang mencegah qalbu terpengaruh dengan bencana dan musibah. Sehingga qalbu tidak terpengaruh dengan itu semua disebabkan kekasaran dan kerasnya, bukan karena kesabaran dan ketahanannya.

Tidak ada seorang hamba tertimpa hukuman yang lebih berat dari kerasnya qalbu (hati) (lihat al-Jaami Li Ahkaam al-Qu`aan, karya al-Qurthubi 15/216)


TAGS hikmah nasehat renungan Islam menangis itu baik sifat lelaki sejati cowok boleh menangis


-

Search

Tulisan Baru