photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Keimanan-Tauhid, Ajakan Berpikir, Arti Kenikmatan Dunia : Alquran Surah Yunus

9 Apr 2012

Berikut adalah pilihan ayat-ayat Alquran dari Surat Yunus khusus dari ayat ke 55 sampai akhir yang saya kutip setelah sempat membacanya, yang terkait dengan keimanan, tauhid (mengesakan Tuhan), tanda-tanda kebesaran Tuhan, dan ajakan untuk menggunakan akal pikiran, beserta arti harta yang berlimpah dan kesenangan dunia yang tak selamanya menunjukkan ridho dari Allah kepada hamba Nya.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(ayat 57)

(catatan : Al Qur’an adalah rahmat, petunjuk, dan obat untuk penyakit hati. Maka baca dan pelajarilah Al Qur’an)

Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu.” (ayat 108)

“Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman” (ayat : 101)

“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya). (ayat 55)

“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar” (ayat : 67)

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (ayat : 61)

“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.” (ayat 106)

(Catatan : Allah adalah sang pencipta dan pemelihara segala yang bila Ia memberi manfaat, maka tak ada yang bisa menolaknya. Sebaliknya jika ia memberi mudharat dengan Ilmu Nya maka juga tak ada yang mampu menangkalnya. Maka sembahlah dan sujudlah di depan Allah, Tuhan semesta alam. Dan jangan malah menyembah-menyembah atau bersujud di depan sesuatu yang tak bisa memberi manfaat sedikitpun dan juga tak bisa memberi kemudharatan. Malahan adakalanya banyak orang bersujud-sujud atau membungkuk-bungkuk di depan sesuatu yang bahkan sesuatu yang disembah tersebut tak bisa berbuat apa-apa).

Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua.” (ayat 78)

(Catatan : apa yang sudah ada secara turun temurun dari nenek moyang bisa jadi menyimpang dari kebenaran dan membawa kepada kebinasaan di sisi Tuhan. Sesungguhnya nenek moyang manusia itu satu pada awalnya yakni Adam, dan telah datang masa dimana mereka dan beberapa anak cucunya generasi awal menempatkan ketaatan pada Tuhan selama di dunia. Kemudian muncul generasi-generasi baru sesudahnya yang sedikit demi sedikit menyimpang dari kebenaran sebagaimana juga diselewengkan oleh iblis dan bala tentara syetan nya yang telah bersumpah untuk menyesatkan anak cucu Adam, sehingga sampailah kebanyakan manusia sesat karena menyekutukan Tuhannya. Dan lalu diturunkan Nabi/Rasul bagi mereka dan dimenangkan serta diselamatkanlah orang-orang yang mau mengikuti petunjuk, dan binasalah yang tetap dengan kedurhakaannya. Kemudian generasi demi generasi pun berlalu dan sehingga menyimpang lah kebanyakan manusia itu kembali, lalu diturunkanlah kembali para Nabi dan Rasul dari golongannya sendiri, dan begitu seterusnya. Maka sesungguhnyua kebenaran itu adalah milik Allah dan bukan milik tradisi nenek moyang).

“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.” (ayat : 66)

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak.” Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.(ayat : 94)

(Catatan : sesungguhnya Yahudi dan Nasrani pernah memiliki golongan yang berada di jalan yang lurus. Lalu mereka pun terpecah dan berselisih walaupun telah datang kepada mereka keterangan yang nyata berisi hujjah yang jelas dari kitab-kitab yang Allah turunkan bagi mereka dikarenakan sebagian dari mereka terbuai dunia sampai-sampai ada yang mengubah isi kitab suci. Contohnya Nasrani terpecah tiga sepeninggal Isa : ada yang mengakui Isa itu adalah Tuhan, ada yang berkata Isa adalah anak Tuhan, dan golongan ketiga yang berada di jalan yang lurus berkata Isa adalah utusan Tuhan sebagaimana para Nabi dan Rasul terdahulu. Maka sesungguhnya kelompok yang tetap lurus itu tetap ada di era menjelang kenabian Muhammad rasululllah walau jumlahnya kalah dari pada golongan mayoritas yang menyimpang. Dan sesungguhnya sebagian dari mereka, para golongan yahudi dan nasrani yang lurus itu benar-benar telah bertemu Nabi Muhammad dan mengakui kenabian beliau, dan sebagiannya menjadi sahabat beliau).

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya” (ayat : 99)

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya” (ayat : 100)

“Katakanlah: “Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman” (ayat : 104)

“Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan”. (ayat : 81)

(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka. (ayat : 70)

“Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami - akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” (ayat : 88)

Baca dan klik juga artikel terkait : Dimana Tuhan Ketika Orang Jahat - Berdosa Hidup Banyak Harta dan Senang Bahagia

“Bagi mereka (maksudnya yang beriman) berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (ayat : 64)

“Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.” (ayat : 109)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu (orang yang beriman dan bertakwa), tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (ayat : 62)

Semoga ayat-ayat Al Quran dalam sebagian akhir surah Yunus ini bisa semakin meningkatkan keimanan, memperbaiki tauhid, dan menjadi sebuah pelajaran yang baik bagi pembaca.


TAGS Islam pandangan Islam renungan Islam Surat Yunus iman tauhid arti dunia harta benda yang menipu


-

Search

Tulisan Baru