photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Hikmah Pengalaman Mengantri

22 May 2012

Ternyata dari sebuah antrian panjang terdapat pelajaran atau hikmah bagi kita sebagai manusia agar tidak terlalu arogan atau over confident dengan pemikiran dan penghitungan sendiri walau terlihat sangat logis sebagaimana yang saya alami ketika harus ikut ngantre dengan nomor antrian dimana harus menunggu giliran seratus-an orang lebih untuk suatu urusan, lalu saya pun mengambil perkiraan dengan berhitung kapan giliran saya berdasarkan pola kecepatan banyaknya orang yang selesai urusannya dalam dua kali lima menit lalu memperhatikannya kembali 10 menit kemudian, dan ternyata perhitungan logis dan matematis tersebut tetap salah karena munculnya faktor-faktor lain.

Bayangkan saja selama 20 menit pertama saya menunggu, perhitungan yang saya buat secara konsisten tak jauh meleset dan sesuai dengan perkiraan sebelumnya, dimana butuh waktu 10 menit untuk menyelesaikan urusan 30 orang secara rata-rata. Karena giliran saya masih sekitar 60 orang lagi - artinya sekitar 20 menit lagi waktunya - maka saya pun menyempatkan mengambil udara segar selama 10 menit kemudian. Ternyata ketika kembali ke dalam ruangan 10 menit kemudian, dimana berdasar perhitungan harusnya saya masih menunggu giliran lebih kurang 30 orang lagi, ternyata oh ternyata nomor antrian saya telah dilewati sampai lebih 10 nomor. Waduh….!! Kaget dengan kenyataan yang terjadi, terpaksa saya mengambil nomor antrian baru, dan kali ini harus kembali menunggu giliran banyak orang, bahkan lebih banyak lagi dibandingkan urutan nomor antrian sebelumnya. “Aduh..apes banget nasib !!”

Setelah diusut secara seksama, ternyata telah muncul faktor-faktor lain yang membuat perhitungan yang saya buat pertama tadi dan terbukti bisa diberlakukan untuk 20 menit pertama itu menjadi salah untuk menit-menit berikutnya. Beberapa konter baru ternyata telah dibuka untuk melayani orang yang antri, dimana dengannya jumlah konter yang tersedia sekarang menjadi lebih banyak (lebih dari satu setengah kali jumlah semula). Selain itu ternyata banyak orang yang telah mengambil nomor antrian tidak muncul ketika dipanggil, dimana hal ini tak terjadi selama 20 menit pertama saya berada disana. Barangkali beberapa di antara orang yang tak muncul ketika nomor antrian nya dipanggil tersebut pergi sejenak dengan terlebih dulu melakukan penghitungan yang salah tentang kapan waktunya harus kembali, atau bisa jadi mereka menyerah dengan kenyataan antrian yang panjang lalu pergi begitu saja.

Kesimpulan dan hikmah dari pengalaman saya ini adalah jangan terlalu percaya 100 % dengan perhitungan yang dibuat asalkan masih dibuat oleh manusia tak peduli betapa logis kelihatannya, apalagi jika perhitungan tersebut dibuat oleh kita pribadi sebab bisa jadi ada faktor-faktor yang tak diperhitungkan atau terabaikan dalam proses penghitungan; lalu jika memang harus membuat perkiraan dengan penghitungan maka hendaknya pikirkan berbagai skenario yang mungkin terjadi yang mempengaruhi hasil yang terjadi sehingga kemungkinan untuk salah menjadi semakin kecil; dan tentunya tak lupa dalam mengantri sebaiknya kita tetap sabar menanti di dalam ruangan, kecuali memang ada urusan mendesak sehingga terpaksa harus ditinggalkan sejenak.


TAGS hikmah kisah pengalaman pribadi mengantre membuat perhitungan tepat mencegah penghitungan salah kelemahan manusia


-

Search

Tulisan Baru