photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Jangan Terlalu Percaya Dengan Pengendara Lain Di JalanRaya : Pengalaman Kecelakaan

3 Jun 2012

Penulis barangkali tepat dikatakan mengalami sedikit trauma berkendara karena sebuah pengalaman kecelakaan sehingga sering waspada berlebihan dan tak mempercayai begitu saja pengendara lain di jalan raya.

Di antara bentuk manifestasi rasa ketidakpercayaan tersebut adalah dengan selalu melihat kondisi jalanan di belakang melalui kaca spion sesering mungkin; hampir selalu memberikan peluang kendaraan lain yang terlihat melaju kencang dari belakang dengan cara memperlambat diri dan minggir ke samping; atau memperlambat diri di jalanan lurus ketika melihat kendaraan yang akan berbelok masuk jalur jalan penulis, terkadang malah memberi kesempatan kepada kendaraan tersebut terlebih dulu walaupun secara teori kendaraan penulis yang melaju lurus memiliki hak untuk diutamakan.

Memang secara alami penulis akan bersikap hati-hati kalau tidak dikatakan paranoid di jalan raya terutama jika membawa motor karena sejak kecil sudah sering direcoki akan bahaya motor di jalan raya dengan berbagai kasus kecelakaannya yang merenggut nyawa pengendaranya. Lalu perasaan tersebut pun ditambah dengan pengalaman beberapa tahun silam ketika mengalami kecelakaan di saat membawa mobil, dimana mobil yang penulis bawa dengan kecepatan rendah hanya sekitar 40 km/jam, karena mengerem agar tak menabrak kambing yang melintas di jalan raya secara tak terduga diseruduk mobil antar kota antar propinsi dari belakang sampai mobil penulis terangkat dan ringsek setengah badan belakangnya. Sebuah pengalaman yang cukup menimbulkan syok dan kerugian materi, tapi untung tak sampai mencelakai penulis.

Selain itu memang dari pengamatan berbagai kasus kecelakaan yang terjadi, banyak kasus orang terlibat kecelakaan bukan karena kesalahan dirinya tapi lebih karena kesalahan pengendara kendaraan lain seperti akibat ada yang mendahului kendaraan lain dengan berkecepatan tinggi, adanya pengendara motor yang ugal-ugalan, dsb.

Berdasarkan alasan di atas itulah penulis bersikap super ekstra hati-hati di jalan raya saat ini, terutama ketika membawa motor, dengan tak mempercayai begitu saja sesama pengendara kendaraan.

Kemudian kemarin penulis melihat dengan mata kepala sendiri sebuah proses tabrakan antara dua motor yang jika ditelaah akibatnya adalah karena kedua pengendara terlalu percaya dengan pengendara lain.

Kejadiannya adalah sebagai berikut. Sebuah motor hendak berbelok ke kanan masuk ke jalan utama dari gang perumahan, sedangkan motor lain melaju lurus di jalan utama dari arah kanan. Karena tidak ada kendaraan lain dari arah kiri jalan utama sedangkan motor yang berjalan lurus dari sisi kanan terlihat hidup lampu sen sebelah kiri, dengan percaya diri motor dari arah gang perumahan tersebut maju melintasi jalan. Ternyata motor yang melaju lurus di jalan utama dari sisi kanan itu tak berniat berbelok ke kiri terlepas dari kenyataan lampu sen nya menunjukkan demikian. Karena ia berniat lurus maka pengendara motor di jalan utama itu pun yakin motor lain yang hendak berbelok itu pasti akan memberikan kesempatan padanya terlebih dulu untuk lewat. Tanpa dielakkan lagi tabrakan pun terjadi. Braaaaaak……

Penumpang yang membonceng di belakang masing-masing motor yakni seorang ibu-ibu dan seorang anak SD pun terpental ke belakang. Sang ibu terduduk tak bisa bergerak beberapa saat lamanya dengan kaki ditekuk, sementara sang anak walaupun bisa berdiri untuk beberapa saat ia terlihat syok dan terdiam sejenak akibat terpental dengan pantatnya mendarat mendarat terlebih dulu ke jalan.

Sebuah tabrakan telah terjadi semata-mata karena masing-masing pihak “terlalu percaya dengan pihak lain”. Pengendara motor yang satu terlalu percaya dengan lampu sen motor lain, sementara yang satu lagi terlalu percaya ia akan diutamakan karena berjalan lurus.

Untung kejadian tersebut tak sampai merenggut nyawa karena kedua motor melaju lambat. Akan tetapi salah satu motor sampai tergeletak di jalan, dan pembonceng di masing-masing motor yang terpental terlihat kesakitan di bagian kaki, barangkali ada yang terkilir, retak, atau patah kecil.

Mengamati sendiri kejadian tersebut membuat penulis semakin yakin bahwa tak baik dan terlalu beresiko jika kita terlalu mempercayai pengendara lain di jalan raya, sebagaimana bisa terlihat dari kasus kecelakaan atau tabrakan motor yang saya saksikan itu.


TAGS peristiwa kisah penyebab kecelakaan proses kecelakaan motor pengalaman kecelakaan berkendara tips jalan raya tips berkendara


-

Search

Tulisan Baru