Kali ini cerita perjalanan menceritakan kisah kami yang berputar-putar kebingungan di kawasan Bukit Bintang dengan Pavilion Mall nya dalam rangka mencari lokasi Planet Hollywood, yang merupakan sambungan dari artikel sebelumnya yakni : Jalan-Jalan Ke Kuala Lumpur : Planet Hollywood Yang Tak Kunjung Bertemu (silakan klik).
Maklumlah karena perjalanan Ke Kuala Lumpur kali ini kurang persiapan, sebagaimana terlihat dari cerita sebelumnya, sesampainya di luar stasiun Bukit Bintang saya pun mencari-cari denah yang bisa dijadikan petunjuk menyangkut keberadaan Planet Hollywood. Kebetulan terdapat sebuah peta di stasiun yang menunjukkan bangunan-bangunan di sekitar stasiun Bukit Bintang tersebut. Setelah diperhatikan sejenak, ternyata tak satupun di antara bangunan-bangunan di peta yang menunjukkan bangunan bertuliskan Planet Hollywood.
Mulai curiga jika bisa jadi Planet Hollywood tak ada disana, atau barangkali Planet Hollywood berada dalam sebuah gedung atau bangunan, saya pun mencoba bertanya pada seseorang remaja yang sepertinya penduduk lokal. Ternyata ia sama sekali tak mengetahuinya. Saya pun lalu bertanya pada seorang penjaga kios. Malah ia bingung dan seperti baru pertama kali mendengar nama Planet Hollywood. Akhirnya saya pun memberanikan diri bertanya pada petugas tiket kereta, dimana karena kesibukannya ia pun menjawab singkat sambil memberi sinyal arah dengan jarinya.
Hanya berbekal arah jari petugas tadi, saya pun berjalan menuju arah tersebut. Turun dari stasiun, sampailah saya di jalanan kawasan Bukit Bintang yang terkenal itu untuk pertama kalinya. Saya pun harus menyeberangi jalan, dimana terbukti agak kerepotan dengan sedikit mirip suasana di Indonesia, dan juga berbeda dengan kenyamanan menyeberang jalan di Singapore. Kemudian berjalanlah saya di sisi kanan jalan Bukit Bintang (dari arah stasiun monorail Bukit Bintang). Di kanan kiri terdapat berbagai mall megah, dan pertokoan yang bagus dan tertata, terkesan sedikit mirip suasana Orchard Road di Singapore. Saya berharap dengan berjalan menyusuri jalan ini (tentunya sambil menikmati kesempatan pertama di Bukit Bintang), saya akan berhasil menemukan bangunan yang memiliki petunjuk tulisan Planet Hollywood.
Jalan beberapa saat lamanya sambil menengok ke kanan dan ke kiri, tak ada tanda-tanda keberadaan Planet Hollywood disana. Berpikir barangkali Planet Hollywood terletak di dalam salah satu bangunan, akhirnya kami masuk ke dalam beberapa mall. Tetap tak bisa kami menemukan Planet Hollywood. Kemudian dari sana, kami memutuskan untuk memasuki hampir tiap bangunan besar / mall yang ada dan melihat langsung denah tenants yang biasanya terletak tak jauh dari pintu masuk utama. Ternyata dari sekian banyak bangunan yang dimasuki, tak ada satupun yang mengikutsertakan nama Planet Hollywood di dalam denah.
Seiring kebutuhan untuk menukar uang dari dollar singapore ke ringgit Malaysia, saya pun menyempatkan diri bertanya pada petugas di salah satu money changer di Bukit Bintang tersebut. Ia terlihat bingung. Namun teman di sebelahnya langsung menyahut dan menunjuk arah ke belakangnya sambil menyebut nama sebuah mall. Mendapat secercah harapan, kami pun bergerak menuju ke arah yang dimaksud tadi yang sebenarnya telah dilewati tadi. Di tempat yang dimaksud kami berhenti, dan kembali bingung. Tak mau lama-lama membuang waktu lagi, saya pun bertanya pada petugas security yang bertugas di luar mall tersebut. Ternyata ia berkata bahwa Planet Hollywood tak ada lagi disana semenjak dua tahun silam.
Ada sebuah mall yang tampil lebih megah dan barangkali lebih besar di Bukit Bintang dibanding mall-mall yang lain, yang terletak di ujung dan menghadap jalan, yang bernama Pavilion. Karena tinggal beberapa hari lagi Imlek di kala itu, mall tersebut juga berias diri dengan hiasan-hiasan dan ornamen khas bangsa Cina semenjak di luar hingga ke dalamnya.



Setelah menikmati suasana disana beberapa saat lamanya, di tengah keramaian banyak orang, sementara tak tertulis juga Planet Hollywood di denah dalam bangunannya, kami pun menyusuri jalan samping Pavilion melalui sela-sela kafe yang ada terserah kemana kaki akan membawa melangkah karena masih penasaran dengan keberadaan Planet Hollywood yang di internet secara jelas dinyatakan tertera di Bukit Bintang sementara informasi berbeda-beda diperoleh dari orang-orang yang ditanya di jalan, ada yang menyatakan ada dan ada yang tidak. Bahkan sempat ketika jalan menyusuri tepian Pavilion ini saya bertanya lagi pada seorang petugas customer service apartemen disana, dimana kali ini saya bertanya pada wanita muda chinese yang terlihat pintar, ternyata jawabannya pada intinya adalah not so sure. Yang jelas satu hal yang pasti terlepas ada tidaknya Planet Hollywood di Kuala Lumpur adalah bahwa Planet Hollywood bukanlah tempat populer bagi penduduk disana.
Perasaan penasaran yang bercampur aduk dengan sedikit kekecewaan karena ternyata Planet Hollywood susah dicari dan sepertinya bukanlah sebagus yang diberitahu teman (padahal tujuan utama ke Kuala Lumpur kali ini adalah mencari lokasinya). Akan tetapi paling tidak saya pada akhirnya sudah menginjak daerah Bukit Bintang di Kuala Lumpur.
Kaki pun terus melangkah di sela-sela Pavilion yang kebetulan juga mengarah ke Petronas Twin Tower (Menara Kembar) yang dari kejauhan sudah bisa terlihat, dan sepertinya tak jauh-jauh amat ditempuh dengan jalan kaki. Yaa..untuk mengobati kekecewaan hati paling tidak kami berencana berjalan kaki dari sana menuju Menara Kembar tersebut, artinya turut berjalan-jalan di pusat kota Kuala Lumpur.
Bersambung ke bagian 3 Jalan-Jalan Ke Kuala Lumpur yang akan menampilkan cerita jalan kaki kami berputar-putar di jalanan Kuala Lumpur, sampai kecapekan karena sambil membawa sendal berhak tinggi, akhirnya sampai ke Menara Berkembar, dan tak sengaja mendapatkan informasi baru tentang lokasi Planet Hollywood.

Wah, ternyata yang dicari malah gak ada atau gak populer di Bukit Bintang KL, ya?.
informasi yang menarik
for your info…there is no more Planet Hollywood in KL…only Hard Rock Cafe…harap maklum