photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Penyebab Jerawat, Mitos, Pencegahan dan Pengobatannya

10 Mar 2014

Banyak di antara kita yang mengalami masalah jerawat di wajah terutama para remaja yang sedang di usia pubertas, maka perlu kiranya kita memahami penyebabnya, cara pencegahan atau pengobatannya, sekaligus mengupas beberapa mitos yang salah atau patut diperdebatkan tentang penyebab atau treatment jerawat.

Jerawat pada dasarnya adalah kondisi peradangan di kulit akibat bakteri, yang terjadi setelah penyumbatan saluran kelenjar minyak. Untuk penyebab timbulnya jerawat itu sendiri berdasarkan literature yang saya baca masih diperdebatkan, dan yang jelas bukanlah disebabkan oleh satu faktor saja. Akan tetapi hormon seks seperti testosterone yang dihasilkan kelenjar adrenal, testes, atau ovarium memegang peranan penting disini terutama di dalam hal produksi minyak di kulit yang berlebih. Tak heran, para remaja di usia pubertas yang paling banyak mengalami masalah jerawat, ataupun wanita yang sedang hamil, menstruasi, walaupun banyak juga kasus jerawat yang dialami orang dewasa.

Bagi yang mengalami masalah jerawat, banyak orang yang menyarankan untuk menghindari makan-makan berminyak seperti gorengan, menghindari makanan berlemak seperti coklat, fast food dsb., akan tetapi sebenarnya belum ada bukti konklusif penelitian yang mengkaitkan makanan tertentu sebagai penyebab jerawat. Barangkali boleh dikatakan hal ini sebagai mitos jerawat, tetapi kaitan makanan dengan jerawat lebih didasarkan dari pengalaman beberapa individu yang tersebar dari mulut ke mulut. Berdasarkan pengalaman pribadi, banyak juga dokter kulit yang memang menyarankan penderita jerawat menghindari makanan tertentu.

Makanan memang berperan sangat penting dalam hal kondisi tubuh. Dalam kaitannya dengan jerawat, penelitian yang ada hanya condong mengkaitkan makanan-makanan tertentu dengan produksi hormon berlebih atau mengkaitkan makanan sebagai faktor yang memperparah peradangan di kulit. Di antaranya ada memang penelitian yang menunjukkan keterkaitan beberapa produk susu dengan produksi hormon berlebih. Atau ada penelitian yang mengkaitkan ketidakseimbangan lemak di tubuh yang bisa memperparah peradangan di kulit pada jerawat. Akan tetapi secara keseluruhan apakah makanan tersebut menjadi faktor penyebab jerawat masih belum terbukti 100 persen. Pada kenyataannya sebagian kita banyak yang mengkonsumsi beberapa makanan tersebut akan tetapi tetap tak mengalami jerawat. Persis sebagaimana ada di antara kita yang kulitnya memproduksi minyak berlebih akan tetapi tak mengalami masalah jerawat.

Fakta yang menarik adalah adanya penelitian yang menunjukkan nenek moyang manusia dulunya yang hidup secara alami mengambil makanan langsung dari alam kulitnya bagus tanpa jerawat. Berdasarkan hal ini barangkali dapat disimpulkan pola hidup modern barangkali yang menjadi faktor pembeda. Dan memang pola makanan pasti berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, termasuk kulit.

Beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan terkait penyebab, pencegahan, dan perawatan jerawat diantaranya :

  • Mencuci muka berlebihan malah akan memacu jerawat. Ada penelitian yang menunjukkan mencuci muka dua kali sehari lebih baik daripada hanya sekali sehari. Akan tetapi jika lebih dari 2 kali sehari atau jika mencuci muka dilakukan dengan kasar malah akan bisa memacu jerawat.
  • Stress sebagai penyebab jerawat juga belum terbukti, walau ada indikasi sebagian orang yang mengalami stress memang mengalami peningkatan jerawat.
  • Keringat tidaklah menimbulkan jerawat, jadi tak harus segera cuci muka ketika berkeringat setelah olahraga.
  • Sebagian kosmetik muka memang bisa memperparah jerawat. Hindari memakai yang berbasis minyak. Pada dasarnya jika suatu kosmetik atau yang dipakai di muka menimbulkan masalah di wajah maka hentikan pemakaiannya.
  • Sebagian penelitian menunjukkan tingginya kadar gula di darah bisa mengakibatkan jerawat terkait dengan peningkatan hormon insulin. Coba hindari makan dengan kadar karbohidrat tinggi, atau makanlah makanan secara sedikit tapi teratur, atau perbanyak makan sayur-sayuran.
  • Memecahkan sendiri jerawat bisa memperparah jerawat dan membuatnya makin besar jika dilakukan dengan salah, paling tidak minimal akan membuatnya meninggalkan bekas di wajah.
  • Terlalu sering memegang wajah dengan tangan memang kurang baik bagi wajah karena akan memudahkan memacu peradangan. Akan tetapi adalah salah jika menganggap memegang wajah dengan tangan menimbulkan jerawat dikarenakan bakteri yang ada di tangan. Jerawat itu bukanlah disebabkan oleh bakteri yang ada di permukaan wajah, tapi yang ada di bawah kulit.
  • Anggapan bahwa jerawat sebaiknya dibiarkan saja dan akan hilang sendiri pada sebagian orang malah salah dan bisa mengakibatkan jerawatnya akan makin parah. Hal ini pernah saya alami sendiri karena terlalu menganggap enteng jerawat sehingga akhirnya jerawat menjadi sangat parah dan sampai harus bergonta ganti dokter dan mengeluarkan biaya cukup banyak untuk mengobati jerawat. Jika ditangani dengan tepat di tahap awal maka jerawat akan bisa terkontrol.
  • Tak semua dokter kulit bisa menangani jerawat karena ada banyak sekali penyakit kulit yang dipelajari oleh seorang spesialis kulit. Cari tahulah dokter kulit yang memang terbiasa menangani jerawat, biasanya dokter kulit dan kosmetik lah yang lebih ahli dalam mengatasi jerawat.
  • Pola hidup sehat dan seimbang akan mempengaruhi kesehatan tubuh yang pada akhirnya mempengaruhi kulit, termasuk jerawat. Maka jalanilah pola hidup yang sehat dan seimbang, termasuk pola makan, tidur, istirahat, dan olahraga.

Semoga artikel tentang jerawat yang menjelaskan penyebab jerawat, beberapa mitos, tindakan pencegahan, dan pengobatannya ini bisa bermanfaat bagi pembaca.


TAGS penyebab jerawat pencegahan jerawat mengobati jerawat mitos kesehatan kulit


-

Search

Tulisan Baru