photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Kepastian Itu Hanya Milik Tuhan

7 Apr 2014

Tak ada sesuatu yang pasti di dunia ini kecuali pada Tuhan semata karena hanya Dia lah pemilik kepastian. Hal inilah yang saya yakini dan sebenarnya dalam beberapa hari atau minggu-minggu terakhir sering saya ucapkan pada diri saya sendiri.

Sebuah filosofi ini menjadi pengkatrol diri jika sudah sampai pada level obsesi yang dirasa kelewat batas, yang pada akhirnya akan bisa merusak. Dan memang pada kenyataannya ada kecenderungan diri ini bersifat obsessif dan kompulsif. Diperparah lagi dengan adanya sifat perfeksionis.

Manusia memang penuh dengan keinginan dan hawa nafsu dalam segala bentuknya. Ada yang terobsesi dengan harta, ada yang menghendaki jabatan, ada yang tergila-gila wanita, dan sebagainya. Konon orang bijak pernah berkata bahwa anak cucu Adam tak akan pernah puas seumur hidupnya. Seandainya ia memperoleh sebukit emas pasti ia akan mengincar bukit emas yang lain.

Tulisan ini sebenarnya dibuat setelah saya melihat cuplikan acara televisi yang menayangkan adanya ribuan para caleg yang menjadi gila atau terganggu mentalnya setelah gagal terpilih pada pemilu-pemilu sebelumnya. Acara televisi ini turut menjadi pengingat yang mewanti-wanti para caleg yang akan turut serta dalam pemilu yang akan datang untuk bisa mengambil hikmahnya.

Sseorang ahli gangguan jiwa di televisi tersebut lalu memberi nasehat bagi para caleg yang berpartisipasi pada tahun ini. Ia berkata bahwa sudah selayaknyalah tertanam pada diri setiap orang bahwa segala sesuatu hanya bisa terjadi atas kehendak dan izin Tuhan semata. Jika hal ini sudah terpatri di jiwa, maka bagaimanapun besarnya nilai kegagalan dalam suatu usaha, tak akan mengganggu kesehatan jiwa.

Kata-kata tersebut nyaris persis dengan apa yang saya sering ucapkan akhir-akhir ini pada diri sendiri. Dan hal ini jugalah yang menjadi inspirasi tulisan saya kali ini.

Pada akhirnya manusia memang hanya bisa berusaha. Manusia bisa bermimpi, dan boleh mempunyai impian setinggi bintang di angkasa. Manusia bisa membanting tulang bekerja keras dengan mencucurkan keringat sambil berurai air mata. Akan tetapi memang keputusan akan segala sesuatu itu berada di tangan Nya semata.

Hendaknya kita selalu ingat akan hal ini ini, bahwa kepastian itu memang sesungguhnya hanya milik Tuhan semata.


TAGS renungan hikmah keberhasilan dalam usaha gagal dalam usaha caleg gagal gila gangguan jiwa kesehatan mental


-

Search

Tulisan Baru