photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Kasus Kekerasan dan Pornografi Anak di Sekolah, Kelas Perlu CCTV ?

15 Oct 2014

Munculnya kasus tindak kekerasan yang dilakukan anak-anak sekolah dasar terhadap teman sebayanya yang perempuan di kelas yang cukup hangat diperbincangkan akhir-akhir ini, setelah sebelumnya ada juga berita tentang anak-anak SMP yang menonton video dewasa bersama-sama ketika tak ada guru di kelas membuat saya berpikir bahwa mungkin ini waktunya tiap kelas di sekolah perlu dipasang kamera CCTV.

Barangkali hanya berselang satu minggu lamanya kedua kasus di atas muncul, dari yang saya baca dari media sosial. Yang pertama adalah tersebarnya video dimana seorang anak perempuan sekolah dasar digebukin teman-teman laki-laki sekelasnya rame-rame di sebuah pojokan di dalam kelas. Sedangkan di kasus kedua, anak-anak kelas 1 SMP menonton video porno bersama-sama, bahkan agak sedikit mempraktekkan ke temannya, juga ketika guru sedang tak ada di kelas, yang baru diketahui ketika seorang murid yang “tak ikutan gaul” diinterogasi orang tuanya karena terlihat murung pulang sekolah.

Ada beberapa kata-kata kunci disini, yakni : anak sekolah, di kelas, dan ketika guru tak ada.

Terus terang saya tak begitu detail mengikuti kedua kasus tersebut dalam hal kapan tepatnya kejadiannya berlangsung sehingga sampai tak ada guru di kelas. Jika memang kejadian nya berlangsung di jam-jam yang seharusnya berlangsung kegiatan belajar mengajar, maka sekolah dalam hal ini menjadi pihak yang bertanggung jawab. Jika gurunya berhalangan hadir, kenapa tak ada guru pengganti yang membantu mengawasi anak-anak. Atau seandainya gurunya ada di sekolah kenapa kejadian tersebut luput dari pengamatannya, dan apakah ia telah lalai meninggalkan anak-anak tersebut belajar tanpa guru ?

Akan tetapi bisa jadi kejadian tersebutu terjadi ketika guru yang bersangkutan hanya sebentar saja di luar kelas karena ada hal yang mendesak dan perlu dilakukan di luar kelas, sebagaimana yang pasti dipahami oleh semua orang yang pernah menjadi siswa di sekolah. Dan memang tak mungkin guru akan setiap detik mampu mengawasi tindak tanduk anak didiknya karena ia hanya manusia biasa.

Terlepas dari siapa pihak yang bersalah, kejadian yang berlangsung di institusi yang tugas utamanya adalah melakukan pendidikan pada anak-anak, memang membuat kita sedih. Apalagi jika kita dihadapkan pada kasus-kasus bullying yang juga kerap terjadi di sekolah.

Ada banyak pesan moral dari kasus-kasus seperti ini. Apakah pendidikan moral dan tingkah laku juga diajarkan atau mendapatkan porsi yang memadai di sekolah-sekolah ? Apakah guru-guru sudah mampu menjalankan fungsi terbaiknya, terutama beberapa selentingan berita yang saya dapat beberapa oknum guru yang masih muda banyak yang hanya asal mengajar.

Akan tetapi di era gobalisasi yang modern, dimana kita dan anak-anak dibombardir oleh berbagai macam pengaruh dari luar tak terkecuali yang negatif, dari berbagai sumber yakni TV, internet, handphone, dan berbagai aplikasi dan media sosial, maka beban pendidikan karakter anak-anak tak bisa dibebankan pada guru sepenuhnya. Orang tua barangkali harus lebih banyak berperan saat ini untuk mengawasi dan membentuk karakter anaknya.

Terlepas dari itu semua yang bisa menjadi bahan renungan dan instropeksi masing-masing kita, maka perlu usaha agar kejadian serupa tak terjadi lagi di kelas dimana guru dan pihak sekolah sama sekali tak mengetahuinya. Mengingat keterbatasan guru sebagai seorang manusia, barangkali perlu kiranya tiap sekolah melakukan pemasangan CCTV di tiap kelas sehingga di saat-saat terjadi masa-masa kevakuman di kelas tanpa adanya guru, tindak tanduk anak didik masih bisa terpantau dan terekam dari kantor sekolah sehingga bisa ditindak-lanjuti dengan cepat.


TAGS pasang cctv kelas kekerasan anak sd pornograsi siswa smp solusi murid nakal opini pendapat guru tak dikelas miris dunia pendidikan


-

Search

Tulisan Baru