photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Timnas Sepakbola U19 Indonesia Mau Dikemanakan ?

15 Oct 2014

Setelah kegagalan total tim sepakbola nasional U19 Indonesia di Myanmar beberapa hari yang lalu, yang kandas di babak penyisihan setelah selalu kalah menghadapi lawan-lawannya, maka muncul beberapa pendapat apa yang seharusnya dilakukan terhadap tim yang sempat digadang-gadang akan mampu membawa sepakbola Indonesia naik ke pentas dunia.

Diantara pendapat yang sering saya baca adalah saatnya melepas para pemain timnas U19 tersebut kembali ke klub nya masing-masing dan merasakan berkompetisi dalam liga.

Terus terang untuk saat ini barangkali hal itu adalah jalan terbaik. Akan tetapi untuk jangka panjang saya ragu jika itu adalah keputusan yang tepat.

Para pemain timnas U19 memang selama ini selalu bersama-sama selama setahun lebih dimana mereka terlibat dalam program pelatihan jangka panjang menyongsong putaran final piala Asia yang berlangsung saat ini. Dalam masa yang cukup lama itu, mereka telah berkali-kali melakukan pertandingan uji coba dan aneka tour sebelum akhirnya berakhir antiklimaks di Myanmar.

Bukan kalahnya yang saya soroti karena kalah menang adalah biasa dalam olahraga dan sepakbola. Akan tetapi di balik kekalahan timnas U19 ini terlihat jelas ada sebuah penurunan kualitas permainan.

Di pikiran saya, harusnya semakin lama bersama-sama maka sebuah tim itu akan makin kompak dan makin bagus. Tapi kenapa ya timnas U19 ini malah terkesan makin lama makin melempem ??

Mismanagement barangkali berperan penting disini. Salah mengelola sebuah tim akan bisa mengakibatkan sebuah tim sepakbola jalan di tempat tanpa sebuah peningkatan. Salah me-manage juga bisa menjadi penyebab sebuah tim mengalami kejenuhan, jika memang jenuh adalah alasan utama di balik kegagalan yang jauh dari harapan yang terjadi di timnas U19.

Ya sudah, nasi sudah menjadi bubur. Yang perlu dipikirkan adalah langkah ke depannya. Tim ini bisa jadi dibubarkan dan dirombak ulang pemain-pemainnya, atau barangkali tim pelatihnya yang perlu diganti, atau bisa juga kombinasi kedua-duanya. Menurut saya dan sepertinya pendapat banyak orang juga, sebagian besar pemain timnas U19 bisa dipertahankan, dengan tetap tentunya menyeleksi bibit-bibit baru yang hebat dan potensial. Untuk tim pelatih barangkali yang patut kita pertanyakan.

Jika mau jujur, Indra Syafri telah turut berjasa membentuk sebuah tim yang diharapkan bisa menjadi pondasi sepak bola masa depan indonesia. Ia pun telah mempersembahkan sebuah gelar piala AFF U19 tahun lalu yang dijuarai Indonesia. Dan hebatnya, ia melakukan itu dengan melakukan pencarian bakat ke seluruh Indonesia dengan menerapkan kriteria-kriteria tertentu, sehingga pada akhirnya tercipta sebuah tim yang memiliki pola permainan yang tergolong bagus diantara generas-generasi timnas yang pernah dimiliki Indonesia. Kita perlu berterima kasih dan mengapresiasi beliau.

Akan tetapi apakah Indra Syafri lebih cocok sebagai pencari bakat dan lebih cocok ditugasi mengelola sebuah tim di fase awal pembentukan dan peletakan dasar pola bermainnya? Entahlah….

Jika memang demikian artinya untuk fase pematangan dan pengembangan diperlukan tim pelatih yang lebih mumpuni, lebih banyak ilmunya, dan lebih hebat dalam strategi bermain dan kepelatihan. Dalam hal ini, artinya menurut saya Indra Syafri tetap dipekerjakan, dengan bertugas mengelola timnas di tingkat pemain muda, sementara ia terus bisa belajar dan menambah ilmu kepelatihannya.

Barangkali juga saya salah. Bisa jadi Indra Syafri sudah merupakan figur yang cocok untuk kelanjutan timnas u19 ini. Dan PSSI lah mungkin yang jadi biang kemandekan timnas U19 ini.

Kembali kepada apa yang sebaiknya dilakukan pada para pemain timnas U19 ini, maka untuk jangka panjang saya ragu jika menyerahkan mereka sepenuhnya ke klub masing-masing adalah sebuah langkah bijaksana. Hal ini mengingat liga indonesia sendiri menurut sepengetahuan saya dikelola tidak dengan begitu profesional, dan juga kemampuan klub-klub Indonesia dalam hal mengembangkan pemainnya juga patut dipertanyakan.

Dalam hal ini saya punya ide tersendiri yakni bagaimana jika para pemain timnas Indonesia muda tetap disatukan, dan lalu mereka dijadikan sebuah klub dan diikutsertakan dalam kompetisi yang dikelola dengan jauh lebih baik di negara lain seperti di negara barat atau Eropa, atau di negara Asia yang bagus kompetisinya ? Dalam hal ini ada contoh terdekat, dimana timnas sepakbola Singapore terlibat berkompetisi dalam liga sepakbola Malaysia. Artinya bisa saja terjadi sebuah tim nasional terlibat kompetisi domestik negara lain sebagai sebuah klub.

Ini hanya sekedar pendapat dan ide yang di pikiran saya sebagai orang awam. Tentunya orang-orang yang ahli dan berkompeten di dunia sepakbola hendaknya bisa mempertimbangkan hal-hal yang sebaiknya dilakukan bagi persepak-bolaan Indonesia, khususnya tim nasional U19 ini agar potensi yang dimiliki tidak terbuang begitu saja, dan bisa ditingkatkan lebih baik lagi.


TAGS timnas U19 indonesia sepakbola indonesia saran timnas u19 timnas u19 selanjutnya ganti pemain ganti pelatih tim nasional liga


-

Search

Tulisan Baru