photo bannercreator-nu1_zpsuf9u53ms.gif

Bagi Yang Putus Asa dan Hidupnya Terasa Merana Tak Bahagia

11 Dec 2016

Bagi anda yang sedang galau, sedih, gelisah, atau merasa merana hidupnya tak bahagia, maka tulisan ini kuperuntukkan bagi mereka semua.

Bagi yang sedang mengalaminya marilah mecoba kembali menoleh ke “dalam”, melihat dan merasakan kembali berbagai nikmat karunia Tuhan yang ada pada dirinya. Jangan sampai nikmat yang sudah ada itu baru dirasakan setelah nantinya kehilangannya karena gagal bersyukur. Akhirnya pun kita menyesal.

Barangkali hidup terasa hampa tiada artinya untuk saat ini. Tapi jika kita masih dibekali kesehatan, maka bersyukurlah. Betapa banyak dari saudara-saudara kita yang saat ini jatuh sakit, dan ingatlah bagaimana pengalaman diri kita sendiri ketika sakit. Kalau sakit banyak hal yang tak bisa dilakukan, dan semua terasa tak enak. Betapa diri ini berharap agar segera sembuh. Maka di saat kita sehat sekarang ini, syukurilah nikmat sederhana yang sangat berarti ini, dan lupakanlah hal yang membuat sedih dan yang membuat hidup terasa hampa karena malah bisa membuat kita jatuh sakit.

Bagi yang hidupnya merasa tak bahagia saat ini, maka lihatlah kembali ke dalam diri. Bisa jadi orang tua masih hidup. Lalu bagi yang sudah berkeluarga bisa jadi ada istri yang perhatian dan penuh penuh pengertian, apalagi jika ada anak-anak menggemaskan yang bisa menimbulkan gelak tawa pelepas lelah sehabis bekerja. Syukurilah nikmat besar yang bisa jadi terlupakan saat ini. Bayangkan jika harus kehilangan mereka. Bayangkan jika tak ada lagi mereka. Maka dunia akan menjadi tak sama. Tak sedikit orang yang tak pandai mensyukuri nikmat sederhana ini sehingga membuat kesalahan. Pada akhirnya ia pun menyesal ketika pada akhirnya harus kehilangan mereka. Maka bagi yang punya orang tua atau keluarga, berbahagialah dan jangan bermuram durja, karena harta yang berharga masih dimiliki untuk saat ini.

Bagi yang merasa gundah gulana menyangkut penghasilan atau pekerjaan dalam hidup ini, maka kalau termasuk orang yang beriman, sesungguhnya rezeki itu sudah ada yang mengatur dan pasti akan datang juga asalkan berserah diri kepada Tuhan dan tentunya terus berusaha tanpa putus asa.

Syukurilah hal-hal kecil yang dimiliki saat ini. Jika sudah punya rumah tempat tinggal maka nikmati dan syukurilah, karena masih banyak orang yang belum sanggup memiliki rumah. Jika hidupnya masih mengontrak maka sadarilah bahwa masih ada orang yang hidupnya menumpang dengan orang lain atau malah menggelandang. Barangkali juga kita sudah punya kendaraan, punya motor apalagi mobil. Maka layaklah kira nya mengingat nikmat karunia yang kita miliki dan janganlah dikalahkan oleh perasaan negatif yang sumbernya adalah tidak mensyukuri nikmat yang ada. Sungguh banyak karunia yang sudah ada pada diri kita sehingga layak kita berbahagia karenanya.

Bagi yang sedang patah hati atau putus cinta maka jika dipikirkan baik-baik sesungguhnya hal itu adalah hal yang kecil yang tiada artinya. Jikalau memang patah hati nya parah karena suatu sebab sehingga sampai mengganggu aktivitas kehidupannya, maka sesungguhnya masih banyak laki-laki lain ataupun wanita-wanita lainnya di dunia ini. Dan dunia ini sangatlah luas. Dan bersabarlah karena Tuhan senang dengan orang-orang yang sabar. Semoga Tuhan akan mendatangkan penggantinya dalam waktu dekat. Seorang pengganti yang bisa jadi lebih baik. Sementara itu juga syukurilah karunia yang telah ada di diri sehingga tak larut di dalam kesedihan.

Apa pun masalah kita, maka jangan lupa syukuri nikmat hidup ini. Kenyataan bahwa kita saat ini hidup barangkali adalah sebuah karunia yang paling besar yang pernah dianugerahkan. Kita bisa melihat, mendengar, bisa bercerita dan bercengkrama, bisa makan dan minum dengan nikmat. Kita bisa duduk, berdiri, jalan, berlari, dan melakukan semua aktivitas lainnya. Kita bisa bernafas, hingga bisa tidur dengan pulas, itu semua adalah kenikmatan tiada tara yang barangkali banyak di antara kita yang tak menyadarinya

Ada di antara saudara-saudara kita yang tak bisa melihat karena buta, tak bisa berbicara dan mendengar karena bisu dan tuli, ada yang tak bisa beraktivitas karena gangguan fisik, dan ada barangkali yang sedang susah tidur, atau barangkali sedang susah bernafas karena sedang berjuang menghadapi maut. Maka syukurilah hal-hal besar yang sering kita lupakan dalam kehidupan ini.

Janganlah sering-sering melihat ke atas, ke orang yang lebih dari kita. Tapi sering-seringlah melihat dan ke bawah dan syukuri apa yang ada. Semoga kita bisa menikmati hidup dan berbahagia.

Jika hal itu dirasa tak cukup, maka sesunguhnya kita hidup di negeri damai yang bebas konflik dan peperangan. Sungguh ada saudara-saudara kita di negeri lain yang hidupnya tiap hari di bawah desing peluru dan dentuman bom. Banyak saudara-saudara kita yang harus melihat sanak keluarga tewas di didepan mata, bahkan sampai diculik dan diperkosa. Nyawa disana sangat murah tiada harganya, jangankan untuk makan, untuk bisa bertahan hidup pun belum tentu bisa.

Maka dibandingkan dengan apa yang dialami saudara-saudara kita di zona perang dan konflik itu maka sesungguhnya permasalahan yang kita hadapi bisa jadi hal yang sangat kecil tak berarti.

Maka syukurilah apa yang sudah kita miliki, dan berhentilah bersedih hati dan gundah gulana. Semoga dengan bersyukur, Tuhan akan membukakan pintu hati untuk bahagia dan melapangkan kita semua dari semua masalah yang sedang di hadapi di dalam hidup ini.

Sebuah tulisan penyemangat dan sekaligus pengingat juga untuk diri penulis sendiri.

 

 


TAGS hikmah


Comment
-

Search

Tulisan Baru